Kamis, 12 Maret 2009

TANAMAN HOLTIKULTURA MENUNJANG RUANG TERBUKA HIJAU DIKAWASAN PEMUKIMAN BANGUNAN

Kondisi saat ini
Areal pertanian semakin menyusut karena pesatnya pembangunan fisik kota dan pertambahan penduduk

Harapan
Areal pertanian dapat dipertahankan untuk mendukung pelestarian lingkungan hidup dan pelestarian keanekaragaman hayati

Upaya
Pemanfaatan lahan di kawasan pemukiman dan bangunan umum dengan pemberdayaan tanaman hortikultura
1.Jenis Tanaman

* Tanaman Hias (Anggrek, Non Anggrek)
* Tanaman Sayuran dan Toga
* Tanaman Produktif (buah)
Mangga, Belimbing, Rambutan, Jambu Air, Srikaya, Jeruk, Sirsak, Durian, Delima, Sawo, Manggis, Melinjo, Nangka

2. Pengaturan Tanaman diperkarangan perumahan

* Bagian depan dan samping (kecuali lahan luas)
o Tanaman hias anggrek dan non anggrek
o Tanaman produktif yang rendah tidak rimbun daunnya
o Bagian Belakang
o Tanaman sayuran dan Toga
o Tanaman produktif (buah) yang tinggi dan rimbun daunnya.
* Kawasan Bangunan Umum
Yang meliputi perkantoran, fasilitas kesehatan/Rumah sakit/Puskesmas, perbelanjaan dan rumah ibadah.

3. Jenis Tanaman

* Tanaman Hias (Non anggrek)
* Tanaman Produktif (buah)
Sawo duren, Sawo kecik, Durian, Mangga, Rambutan, Salam
* Tanaman produktif (langka)
Buni, Bisbol, Gandaria, Jambu Mawar, Kemang, Kepel, Menteng, Rukem, Nam-Nam, Lobi-lobi, Srikaya

4. Peraturan Tanaman

* Bagian Depan
o Non Anggrek
o Tanaman produktif (langka) yang rendah dan tidak rimbun daunnya
o Bagian Samping dan Belakang
Tanaman produktif (langka) yang besar dan rimbun daunnya mempunyai fungsi ganda ;
+ Untuk bagian samping dapat berfungsi sebagai tanaman barier/pemisah antara gedung disebelahnya
+ Untuk bagian belakang dapat berfungsi sebagai tanaman peneduh, pemisah jalur parkir serta kebun buah mini

Rabu, 11 Maret 2009

Ekspor Hortikultura

Ekspor Hortikultura Diproyeksikan 411,52 Juta Dolar AS

Departemen Pertanian (Deptan) memproyeksikan ekspor komoditas hortikultura pada 2009 senilai 411,51 juta dolar AS atau mengalami peningkatan 13,31 persen dari pencapaian tahun 2008.
Dirjen Hortikultura Deptan Achmad Dimyati di Jakarta mengatakan, dari segi volume ekspor pada tahun 2009 ditargetkan naik sebesar 14,48 persen dari 2008 atau menjadi 717,45 juta ton.
"Dari sasaran ekspor produk hortikultura tersebut terdiri buah-buahan sebanyak dua persen dan sayuran 2,5 persen," katanya.
Selain itu, tambahnya, sebanyak 3 persen akan diisi oleh tanaman hias dan produk tanaman biofarmaka atau obat-obatan sebanyak dua persen dari sasaran yang ditetapkan.

Menurut Direktur Budidaya Tanaman Buah Ditjen Hortikultura Winny Dian Wibawa mengatakan, selama 2008 Indonesia mampu mengekspor manggis sebanyak 9.000 ton ke China serta mangga 1000-2000 ton per tahun.
Selain itu, tambahnya, Indonesia juga melakukan ekspor salak ke negara tirai bambu tersebut sebanyak 20-30 ribu ton sedangkan permintaan mencapai 5 ton per hari.
"Thailand saat ini juga sering mengambil manggis dari Indonesia untuk kemudian diekspor ke China dengan label produk Thailand," katanya.
Sementara itu, Ditjen Hortikultura juga menetapkan sasaran produksi buah-buahan pada 2009 sebanyak 18,4 juta ton naik 5,9 persen dari tahun sebelumnya.

Sedangkan produksi sayuran pada 2009 ditargetkan mencapai 12,1 juta ton naik 10 persen dari 2008, tanaman biofarmaka 512 ribu ton atau naik 6,6 persen dan tanaman hias naik 21,5 persen menjadi 352 juta tangkai.
"Diharapkan pada tahun ini PDB (Pendapatan Domestik Bruto) dari produk hortikultura mencapai Rp82,425 miliar," kata Dimyati.
Selain itu, tambahnya, peningkatan pendapatan petani hortikultura diharapkan sebanyak 1,72 persen menjadi Rp5,96 juta per rumah tangga petani/tahun.
Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 12 Maret 2009 )